Tentang Kami

Hi! Selamat datang di blog saya. Nama saya Gilang dan saya adalah seorang musisi yang belajar secara otodidak. Saya banyak terinspirasi dari musisi-musisi lokal juga luar dan banyak belajar tentang musik dari berbagai sumber. Selain musisi otodidak, saya juga kadang mengajar musik untuk anak-anak. Saya menganggap mengajar musik adalah salah satu kekuatan terbesar yang saya punya sebagai musisi, sekaligus salah satu kelemahan terbesar saya.Saya lahir di Bulan Februari tahun 1982 di Solo, Indonesia.

Kalau ke orang banyak kadang saya cerita kalau….

Awalnya, saya dianjurkan untuk main musik dari kecil oleh orangtua saya. Saya mulai menulis lagu pertama saya waktu saya baru berusia 8 tahun. Habis itu, saya mulai banyak nulis lagu-lagu ciptaan sendiri dan mulai tampil didepan keluarga besar saya. Dan itulah awal perjalanan musik saya.

Padahal, kenyataannya…

Saya pertama kali diperkenalkan ke dunia musik waktu saya berlibur bareng sama ayah saya ke Yogya, saya duduk di depan piano di salah satu galeri disana. Terus waktu usia saya 16 tahun, saya sudah sangat familiar sama not balok. Kalau saya dengar suatu lagu, saya langsung tau kunci-kunci yang harus saya mainkan. Ibu saya yang juga punya bakat di bidang musik, tepatnya vokal, langsung ngasih tau ayah saya kalau “Gilang itu bukan Mozart, mending kita suruh dia les musik aja!”.

Singkat kata, saya mulai berguru sama seorang guru musik yang tinggal di dekat rumah keluarga saya. Dia bilang kalau saya berbakat di bidang musik dan saya dateng ke rumah dia 3 kali dalam seminggu. Saya nggak lama belajar piano sama dia, karena nggak tahu kenapa saya kurang sreg buat belajar piano sama orang lain. Saya lebih suka ngulik-ngulik sendiri sama improvisasi kalau lagi main musik. Kalau belajar sama guru, kadang kita kayak dipaksa buat ngikutin apa yang ada di buku musik dan gak boleh improvisasi.

Tapi ibu saya tetep ngotot kalau saya harus coba belajar piano ke guru musik lain. Akhirnya saya coba lagi buat ikut kursus musik, tapi selama belajar saya selalu kurang fokus, dan sama sekali nggak tertarik sama metode, buku-buku mereka yang sangat teknikal, atau materi yang mereka coba ajarkan sama saya. Yang mau saya lakuin cuman berimprovisasi, mencari tahu not-not dari lagu yang terdengar sama telinga saya! Saya cepet sekali kehilangan interest sama kursus music ini, dan sekali lagi, saya keluar…

Nah waktu mau kuliah, saya nggak pernah punya cukup kompetensi dalam bermain instrumen buat masuk program di perguruan tinggi. Saya cuman bisa main piano, tapi aku nggak tahu dan nggak tertarik sama teknik-teknik klasik dalam bermain musik. Jadi, malah saya kuliah di bidang seni teater. Saya diterima di salah satu perguruan tinggi seni di Solo dan belajar teater disana.

Selama kuliah, di samping beban akademik yang saya punya, saya ikut beberapa kursus musik yang menurut saya cocok buat saya. Saya menghabiskan waktu-waktu di luar kuliah teater saya buat main piano buat suatu organisasi seni di Solo. Disana, saya ketemu banyak sekali orang hebat, banyak di antara mereka yang masih saya panggil sebagai teman sampai sekarang.

Sekarang, saya sudah sampai ke kesimpulan kalau seseorang bisa belajar musik sendiri secara otodidak, tapi mungkin memang lebih mudah buat beberapa orang buat belajar sama guru musik. Setelah bertahun-tahun saya berjuang buat belajar biola sendiri, saya malah bertemu sama seorang guru yang luar biasa buat saya, dan dalam beberapa minggu, dia berhasil meningkatkan skill saya yang pas-pas an jadi lumayan. Ternyata, seorang guru yang baik itu bisa membuat perbedaan yang besar.

Akhir kata, terimakasih banyak sudah meluangkan waktu kalian buat berkunjung ke blog ini dan baca tulisan-tulisan saya. Sekali lagi, terimakasih banyak!